Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

tumblr_nl070aE2bI1t8sb15o1_1280
Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq

“Cinta itu indah. Jika bagimu tidak, mungkin kamu salah milih pasangan”

Ini bukan review buku. Hanya pelampiasan gejolak dari manusia biasa setelah membaca buku ini. Itu saja.

Jadi, novel Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 mengisahkan tentang dua manusia, keturunan Adam dan Hawa. Namanya Milea, gadis SMA yang sangat cantik[1], tapi jutek. Namanya Dilan, pemuda SMA yang sangat nakal, tapi baik. Dilan hadir dan sempurna masuk di kehidupan Milea secara tiba-tiba. Dilan mencintai Milea, dan Milea sudah tau sehari sejak pertemuan pertama mereka. Dilan sendiri yang bilang: sejak sore kemaren, aku sudah mencintaimu. Dan perwujudan cinta Dilan begitu unik. Milea suka.

Pada dasarnya, novel Dilan ini tak jauh berbeda dengan kebanyakan novel teenlit lainnya. Masalah cinta-cintaan. Tapi tentu saja, lain halaman, lain pula ilalang. Lain penulis, lain pula kesan yang ditampilkan dalam kisah cinta-cintaan remaja itu.

Yang kusuka dari Pidi Baiq adalah bagaimana ia bisa bisa menghidupkan suasana, menghidupkan karakter-karakter setiap tokohnya.  Bagaimana ia menciptakan karakter orang Sunda yang sangat Sunda. Dengan apa? Salah satunya menurutku adalah dengan banyaknya percakapan langsung, meskipun percakapan mereka hanya sepatah-dua patah kata. Kalimat langsung tanpa embel-embel ‘kataku’ atau ‘dia bertanya’ dan sebagainya membuat percakapan nampak lebih hidup, dan rasanya tak banyak interupsi untuk bisa membangun theater of mind.

Masalah karakter yang ‘sangat Sunda’, ini sepenuhnya penilaian subyektifku. Entah, karakter Milea sebagai gadis Sunda menurutku sangat mirip dengan karakter beberapa kawan yang memang orang Sunda. Seperti ceria, banyak bicara, tak ragu menyampaikan pendapat, dll. Bukannya meledek dan mau menghidupkan stigma ya, hanya bermaksud menyanjung si empunya cerita, Ayah Pidi Baiq yang sukses  melahirkan karakter yang sesuai.

Kata-kata yang digunakan Pidi Baiq adalah kata kata yang biasa dan sederhana. Juga bukan untaian kalimat khas melayu yang sangat anggun dan romantis yang digunakan. Tidak norak, tapi bisa membuat bahagia. Bukan kata-kata cinta, tapi bisa menumbuhkan cinta. Setiap kata pada buku ini, rasanya ingin kusalin ulang dan kusandingkan dengan kumpulan kumpulan quotes kesukaanku lainnya. S-e-t-i-a-p k-a-t-a! Mungkin iya terdengar hiperbol, tapi aku serius. Hampir setiap apa yang diucapkan oleh Dilan terutama, merupakan barisan kata yang berpadu menjadi sebuah kalimat yang.. ah, membuat merinding dan tersenyum sendiri.

Ini beberapa kalimat –dari hampir semua kalimat yang rasanya ingin aku ‘quotes’-kan, yang paling favorit dalam buku Dilan ini.

“Milea. Kamu cantik. Tapi, aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”

“Nanti kalau kamu mau tidur, percayalah aku sedang mengucapkan selamat tidur dari jauh. Kamu nggak akan denger.”
“Selamat tidur juga, Dilanku.”

“Kamu mau bikin aku senang?”
“Iya?”
“Ikuti mauku.”
“Apa itu , Milea?”
“Jangan!”
“Oh. Oke, kalau begitu.”

“Resiko tinggi mencintaimu.”

“Selamat ulang tahun, Milea. Ini hadiah untukmu, Cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya.”

“Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, Milea. Nanti, besoknya, orang itu akan hilang!”

“Dia tidak hebat, tidak, malah mungkin biasa saja. Tapi bisa membuatku senang hanya dengan hal sederhana.”

“Kalau kamu merasa tidak kuperhatikan, maaf. Akunya sibuk merhatiin lingkunganmu. Barangkali ada orang mengganggumu, kuhajar dia!”

“Maaf jika terlalu berlebihan tentang dirinya, harap maklum. Mungkin karena aku suka kepadanya.”

“Gue butuh laki-laki yang bisa nolong gue, bukan yang minta tolong.”

“Tugasku membuat kamu senang.”
“Kamu berhasil.”

“Hormatilah orang lain kalau ingin dihormati. Siapapun dia, meskipun guru, kalau tidak bisa menghargai orang lain, tak akan dihargai. Jangan jabatan guru dijadikan alat kuasa untuk berbuat sewang-wenang.”

“Cemburu dong. Cemburu nggak?”
“Jangan. Nanti merepotkanmu.”

“Aku rindu. Boleh?”
“Rindu ke siapa?”
“Ke Dilan.”
“Sama.”
“Makasih.”
“Aku juga rindu… ke Dilan”
“Ih!”

“Jangan ketawa. Nanti laki-laki itu suka padamu. Ketawamu bagus.”

“Kamu tau caranya supaya aku nangis? Gampang. Menghilangkan kamu dari bumi.”

“Cemburu itu hanya untuk orang yang nggak percaya diri. Dan sekarang aku sedang tidak percaya diri.”

“Tolong bilang ke ibumu. Aku mencintai anak sulungnya.”
“Tolong bilang juga ke Bunda. Terimakasih sudah melahirkan orang yang aku cintai.”

Milea 1

Bolehkah aku punya pendapat?
Ini tentang dia yang ada di bumi
Ketika Tuhan menciptakan dirinya
Kukira Dia ada maksud mau pamer

Milea 2

Katakan sekarang
Kalau kue kau anggap apa dirimu?
Roti cokelat? Roti keju?
Martabak? Kroket? Bakwan?
Ayolah!
Aku ingin memesannya
Untuk malam ini
Aku mau kamu 

Jangan Jauh

Dik, jangan pergi jauh-jauh
Kan ada darahku di tubuhmu



Iya, Milea. Kalau aku jadi dirimu, aku yakin, aku juga akan jatuh cinta pada Dilan.

dilan


Saya sudah nonton filmnya dan reviewnya bisa dibaca di sini 🙂

[1] Novel ini menggunakan sudut pandang Milea

31 thoughts on “Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Add yours

  1. emang dilan itu kayaknya cuma ada satu deh di dunia 😦
    huhu atuhlah mau satu lagi yang kayak dia :”)
    makasih review nya, sederhana dan jadi pengen baca lagi novelnya xD
    dan kutipan di atas ::
    “Cinta itu indah. Jika bagimu tidak, mungkin kamu salah milih pasangan” >> benar banget :’)

  2. Kalo aku dikasih 1 permohonan, aku akan memohon kepada tuhan untuk menciptakan orang yang persis seperti dilan💙💙

    Aaaaa gatau kenapa jatuh cinta banget sama dilan

  3. Semoga dapet lelaki yang sama persis dengan sifat dilan 😥

    “Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, Nanti, besoknya, orang itu akan hilang!”
    Aihhh cewe mana yang ngga akan meleleh kalo diginiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Up ↑

%d bloggers like this: