Search

another me

sempurna itu fana

Brooklyn (2015)

Sebenarnya saya pingin banget nulis banyak tentang film yang baru saja saya tonton, judulnya Brooklyn. Iya, diambil dari nama salah satu daerah di Amerika Serikat. Mengambil setting sekitar tahun 1950-an. Tidak jauh berbeda dengan film drama-romance lainnya. Ketika dua insan , pria dan wanita saling jatuh cinta. Menjalin hubungan. Menikah. Dan akhirnya hidup bahagia selamanya.

Tapi ada yang lebih dari sekadar film ‘cengeng’ cinta-cintaan yang tersirat dari film Brooklyn ini. Tentang apa yang kita sebut sebagai “RUMAH”. Percayalah, saya ingin membuat tulisan lebih panjang. Tapi apa daya, kapan kapan saja. Saya kasih quotes bagus dari film ini saja

Home is home. This is where your life is.

https://cdn.meme.am/instances/58177953.jpg

(up)
Ekspresi lo ketika join salat berjamaah dan suara imamnya cuma kedengeran samar-samar.

Asli, percaya deh, itu adalah menit-menit yang sangat menegangkan, mencemaskan, mengkhawatirkan, dan bikin galau. Ini si imam udah bangkit belum ya? Duh, barusan suara allahuakbar bukan ya? Rukuk tidak ya? Atau harus dibatalin aja? Atau halalin aja? Hzz

Buat imam, nun jauh di belakang sana ada yang butuh ‘komando’ mu. Jadi tolong, lantangkan suara!

if you can’t get what you love,
you learn to love the things you’ve got;

if you can’t be what you want,
you learn to be the things you’re not;

if you can’t get what you need,
you learn to need the things that stop you dreaming.

– Passanger, things that stop you dreaming

Yah, gue udah Cina

اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ في الصِّينِ

Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China”*

Kita bayangin gimana perasaan Muslim China terhadap hadist in: (1) pasti seneng banget dong tanahnya disebut sebut oleh Rasulullah SAW sebagai perumpaan untuk acuan tempat yg jauh sebagai tujuan menuntut ilmu; (2) ini kata kakak saya, sedih amat mereka suruh menuntut ilmu di negeri mereka sendiri, udah ga kudu kemana mana lagi. Itu semacam,

Arab : kita disuruh menuntut ilmu jauh, bro, sampe ke China

China : lah iya? gue dari lair udah di sini bro

Haha. Untungnya China yg dimaksud di hadist itu tidak literally ke China. Cuma perumpamaan penyebutan tempat yg jauh (kalo dari Arab).

*banyak pendapat yg mengatakan hadist ini lemah, bahkan palsu.

https://rumaysho.com/586-kelemahan-hadits-qtuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-chinaq.html

a.jpg

Namanya Orangtua

الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”

Sebegitunya Allah menempatkan derajat orangtua atas kita. Disejajarkan lho sama Dia. Makanya perintah Allah Dan Rasul-Nya tentang birrul walidain (berbakti pada orangtua) begitu buanyaknya. Diulang-ulang mulu, sampai kadang  kita hafal redaksinya, tapi kehilangan esensinya *ngomongin diri sendiri.

Saya ngga mau memaparkan alasan betapa memang orangtua kita berhak dihormati dan dimuliakan. Karena saya yakin, di mata setiap anak, orangtua selalu mendapatkan tempat  spesial. Semoga karena kita sadar akan pengorbanan fisik psikis, jasmani rohani, materi jasa yang beliau berdua curahkan untuk kita ahaha.

Di awal tulisan ini, saya mengutip sebuah hadist hasan riwayat at Tirmidzi, al-Hakim, dan ath-Thabrani yang sudah sangat populer. Dan betul saja, yang namanya ridho orangtua itu luar biasa kekuatannya.

Saya, bukan cuma sekali kualat karena ngeyel sama orangtua. Setiap saya jatuh, saya gagal, saya kena musibah, saya merasa kesulitan, otak saya langsung tertuju pada bapak dan ibu. Ini orangtua saya ga ridho kayanya kalau saya melakukan ini. Pun ketika saya memaksakan kehendak padahal orangtua sudah bilang ‘no‘, pasti adaaaa saja kejadian tidak mengenakkan setelah itu. Ini bukan sulap bukan sihir, tapi asli kejadian sama saya, dan bukan cuma sekali. Saya nya aja bingung, masa iya sebegitu langsungnya efek yang saya terima dari ketidakridhoan orangtua saya? Kaya saya jadi anak durhaka banget gitu huhu

Tapi saya sangat bersyukur, teguran langsung yang Allah berikan berupa musibah kalau saya ngeyel sama orangtua sangat saaangat menyadarkan saya. Saya gaperlu menerka pesan apa yang ingin Allah sampaikan. Teguran teguran itu bikin saya takut sebenarnya, dan kapok hehe. Makanya saya suka bawel, nanya orangtua tentang ini itu, boleh ngga kalo aku begini begitu, antara a dengan b lebih baik mana menurut bapak dan ibu, daan lain lain. Karena ada, semoga bukan kita, anak yang sama Allah belum dikasih momen yang menyadarkan mereka betapa ridho orangtua sejajar (boleh saya bilang begitu?) dengan ridho Allah. Bahkan mereka belum menempatkan orangtua sebagai juru kunci dari setiap keputusan yang akan kita ambil. Mereka berpikir, I can handle it with myself. Apa pentingnya? Toh gue sukses dengan cara gue sendiri, tanpa campur tangan mereka. Begitulah kira-kira. Dan bisa jadi tentu saja, atas seizin Allah mereka ini jadi anak-anak sukses. Tapi mereka belum dikasih kesadaran itu..

Ya Allah, padahal kalo udah kejadian yak, beuuh boro boro mau nyuekin orangtua atau bohong sama orangtua perihal izin, orang ga laporan ke orangtua tentang apa yang sedang dan akan kita lakukan aja kayanya ga sanggup. Karma is real, bro wkwk. Karena sodara sodara, sungguh, orangtua punya doa yang sama Allah dikasih kekuatan berlipat dari doa kita. Yang masih punya orangtua, manfaatkan itu! Karena demi apapun, nauzubillahi min dzalik, jangan sampai kita baru sadar dan baru menyesal ketika tak ada lagi kekuatan doa itu di dunia.

Ohiya, tentang sukses, jangan suka kepedean ya kalo kita sukses. Sukses kita itu pasti ada banyak faktor. Kesuksesan datang bukan cuma karena kita expert di bidang tersebut, bukan cuma karena ikhtiar dan tawakal kita yang udah kita upayakan. Ingat, di sana yakinlah, ada juga andil dari kekuatan doa orangtua. Kali aja Allah sebenernya gamau menyukseskan kita, melihat usaha kita kurang maksimal dan tawakal kita begitu lemahnya, tapi karena mendengar doa tulus dari ayah ibu yang soleh untuk keberhasilan putra putrinya, walhasil berhasil lah kita. Siapa tau kan?

Kalo kata bapak saya, orangtua ladang pahala itu sangat benar adanya. Kalo udah gapunya, bakal lebih susah ngamal. Paling cuma lewat doa. Itu juga kalo kamu soleh baru bisa nolong (yha pak yha –)

Jadi yang masih punya lengkap, manfaatkan. Toh buat kebaikan akhirat kita juga insya Allah. Bikin orangtua ketawa aja insya Allah udah pahala.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orangtuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku ketika aku kecil (ini btw redaksi terjemah doanya saya ambil dari ingatan saya semasa TPA dulu hehe)

Sumber hadist: https://muslim.or.id/26936-silsilah-faedah-hadits-adab-dan-akhlak-2-ridha-orang-tua.html

Aku Iri

Malam ini ada yang membuat saya iri.

Beliau, yang demi apapun adalah manusia biasa; bukan ustadz-ah, bukan lulusan pondok pesantren, bukan anak kyai, bukan dengan background keluarga dengan agama yang kuat, bukan yang berjilbab dari orok, bukan yang…. ah, bukan yang nampak jelas ruh agamanya. Dulu.

Sekarang?

Masya Allah, sungguh Allah lah Yang Maha Membolak-balikkan Hati. Asli, beliau membuat saya iri…

… dengan tutur dan akhlaknya.

Beliau, dengan segala kerendahan hati selalu meletakkan Allah dalam setiap langkah, dalam setiap kata. She puts Allah in every word she said, fluently dan sangat natural. Disanjung, beliau jawab “Allah baik banget udah nutupin aibku”. Diberi musibah, beliau respon, “pasti Allah rencanakan yang lebih baik untukku setelah ini”. Diberi kenikmatan, beliau malah bertanya, “ya Allah, apa doa yang dipanjatkan orangtua ku pada-Mu sehingga aku bisa sebahagia ini?”. Didoakan, beliau balas, “semoga kita senantiasa diberikan hidayah dari-Nya”.

Takwanya bukan karena harus, tapi karena memang  she loves to do that and happy to show that.

Gimana ga bikin iri? :”)

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ 

Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu

Blog at WordPress.com.

Up ↑